Non Pendas >>> Pengumuman Hasil UAS sia.ut.ac.id; Pendaftaran Mahasiswa Baru mulai 4 Desember 2017 sampai 24 Januari 2018; Registrasi Matakuliah Semester Berikutnya 4 Desember 2017 sampai 24 Januari 2018; Terakhir pembayaran SPP 31 Januari 2018<<< +++ Pendas >>> Pendaftaran Mahasiswa Baru mulai 4 Desember 2017 sampai 14 Pebruari 2018; Registrasi Matakuliah Semester Berikutnya 4 Desember 2017 sampai 28 Pebruari 2018; Terakhir pembayaran SPP 7 Maret 2018; <<< +++ UPBJJ-UT Jember +++

 

Merangkul Mitra Guna Mencapai Tujuan Bersama

MOU Pengadilan 3MOU Pengadilan 2

     Pada hari Rabu 07 Februari 2018 Kepala UPBJJ-UT Jember Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi M.Pd. melakukan kunjungan ke beberapa instansi. Diawali  kunjungan ke Pengadilan Negeri Kelas IA Jember yang disambut langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Jember Bapak Bambang Pramudwiyanto, SH. MH. di ruang pertemuan lantai dua.

     Kunjungan ke Pengadilan Negeri IA Jember ini dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepahaman berkaitan dengan kegiatan Praktek Pengalaman Beracara bagi mahasiswa Prodi S1 Ilmu Hukum. Kepala UPBJJ-UT Jember menyampaikan, “pendidikan S1 Ilmu Hukum UT lebih mensinergikan antara pemahaman teori yang disertai dengan praktek pengalaman beracara di lembaga hukum seperti pengadilan, kejaksaan, lembaga bantuan hukum, atau kantor notaris. Sehingga dengan adanya Nota Kesepahaman ini bisa memberikan wadah untuk memfasilitasi mahasiswa prodi S1 Ilmu Hukum tentunya”, ujar Prof Imam.

 

MOU Pengadilan 1MOU Pengadilan 4

     Di hari yang sama Kepala UPBJJ-UT Jember mendatangi Rektor Universitas Jember Bapak Drs. Moh. Hasan, M.Sc, Ph.D di ruang kerjanya. Untuk pertemuan ini dimaksudkan guna menjajaki kerjasama dalam rekrutmen calon Mahasiswa Baru yang over kuota dari jalur SNMPTN, SBMPTN dan PMK melalui Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi se-Besuki Raya (SBMPTBR). Pak Rektor berpesan, “ Saat ini antar perguruan tinggi bukan lagi sebagai rival kompetisi melainkan mitra kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan angka partisipasi masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang prosentasenya masih rendah dikisaran 31 persen”, Rabu (07/02/2018). (vandi)