Pengumuman Nilai Mata Kuliah 19 Agustus 2019; Pendaftaran Mahasiswa Baru 14 Februari - 7 Agustus 2019; Registrasi Mata Kuliah 10 Juni - 28 Agustus 2019; Pendaftaran Ujian Online Mata Kuliah Ulang 10 Juni - 2 September 2019;

Pembayaran Uang Kuliah 10 Juni - 3 September 2019; Registrasi TTM Atas Permintaan Mahasiswa 10 Juni - 4 September 2019; Aktivasi Tutorial Online dan Pengisian Form Kesediaan 1 Agustus - 16 September 2019;

 

 

 

UBAH EKSPEKTASI MENJADI APRESIASI, UT JEMBER ADAKAN PELATIHAN KARYAWAN

 

Saat ini Universitas Terbuka Jember telah memiliki mahasiswa sejumlah 9.868 orang. Selaras dengan peningkatan jumlah mahasiswa setiap tahunnya, Universitas Terbuka Jember ingin selalu mengedepankan kualitas pelayanan dan kepuasan kepada mahasiswa dan masyarakat di wilayah Universitas Terbuka (UT) Jember. Hal ini harus diimbangi dengan karakter dan kreativitas para karyawan Universitas Terbuka (UT) Jember.

Bertempat di Hotel Bromo Park kota Probolinggo pada tanggal 2-3 November 2019, seluruh karyawan Universitas Terbuka dengan senang hati mengikuti pelatihan karyawan dalam rangka Pembentukan Karakter dan kreativitas Karyawan untuk Memperkokoh Kapasitas dan Kualitas Layanan serta Meningkatkan Kepuasan Masyarakat. “Sebagai karyawan UT Jember kita harus memiliki karakter dan selalu memiliki kreativitas dalam bekerja seta memiliki kualitas pelayanan yang mengimbangi dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa. Kita bekerja baik dan ikhlas maka yang lain akan mengikuti,” tutur Direktur Universitas Terbuka Jember, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd dalam arahannya pada acara pelatihan tersebut.

PELATIHAN19 1PELATIHAN19 3PELATIHAN19 2

Trainner pada acara pelatihan karyawan UT Jember adalah bapak Heidy Akhadi dari ESQ Leadership Center Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut terdapat dua sesi penyampaian materi. Yang pertama adalah materi mengenai karakter diri masing-masing peserta yaitu karyawan UT Jember. Peserta diminta untuk memilih satu gambar yang terdiri dari gambar lingkaran, segiempat, segitiga dan garis bebas. Setelah masing-masing memilih gambar maka peserta diminta untuk berkumpul membentuk tim dengan karyawan yang memilih gambar yang sama dan mendiskusikan sifat dan karakter apa yang sama dalam satu tim tersebut. Gambar yang dipilih setiap karyawan adalah cerminan sifat dan karakter masing-masing orang. “Tim yang memilih gambar segiempat ini orangnya lebih teliti dan rapi dalam bekerja, yang memilih segitiga adalah orang-orang yang selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas dan fokus pada tujuan, sedangkan yang memilih gambar garis bebas biasanya adalah orang-orang yang selalu bahagia dalam menghadapi berbagai macam masalah dan menyukai tantangan, dan yang memilih gambar lingkaran adalah orang-orang yang cenderung keras kepala namun menyukai kondisi yang guyup rukun”, jelas Heidy. Tidak lupa, tim juga diminta membuat yel-yel yang membuat suasana kegiatan pelatihan semakin lebih bersemangat.

pelatnov1pelatnov2

Pada sesi kedua, seluruh peserta pelatihan diajak untuk merenungkan apa yang menjadi fokus tujuan hidup selama ini, apa yang menjadi fokus dan tujuan kita bekerja di UT Jember selama ini, dan pada tingkatan manakah tujuan kita itu. Apakah pada tingkatan untuk memperoleh kepastian yaitu dalam bentuk sandang, papan, pangan, atau gaji. atau untuk tujuan pada tingkatan tantangan, eksistensi, relasi dan cinta, berkembang, berkontribusi, tujuan atau pada tingkatan untuk memperoleh makna (meaning). “Ketika dimulai dari sesuatu yang mulia ditujukan kepada Tuhan kita, maka semua tingkatan tersebut akan kita dapatkan dalam hidup kita,” tambah Heidy. Sesuatu yang mulia yang menggerakkan kita dari dalam yang membuat kehadiran kita atau lembaga kita bermakna (meaningful).

Begitu juga pada pola pikir kita terhadap Tuhan, diri sendiri dan orang lain. Berpikiran positif terhadap Tuhan, diri sendiri dan orang lain maka yang kita dapatkan adalah energi yang selalu positif dan selalu bertindak positif. Begitu sebaliknya, pikiran negatif kita pada orang lain dapat mempengaruhi orang lain berpikiran negatif dan bertindak negatif. “Namun pikran negatif orang lain terhadap kita bisa ditangkis dengan pertahanan spriritual kita terhadap Tuhan dan berdzikir,” tutur Heidy. Sehingga kita harus mengisi otak dan pikiran dari yang kita lihat, dengar dan rasakan secara positif. Ketika kita ada masalah dan ujian janganlah mengeluh dan menolak, namun harus tetap kita terima dan jadikan pengalaman untuk hidup kita ke masa yang mendatang. Ubah ekspektasi (harapan dan tuntutan) menjadi apresiasi (penghargaan dan rasa syukur). Kita harus mengatur Reticular Aktivating System pada otak kita untuk mendapatkan hal yang kita inginkan. (Devi Arista Mustika)