Pembayaran Uang Kuliah 10 Juni - 3 September 2019; Registrasi TTM Atas Permintaan Mahasiswa 10 Juni - 4 September 2019; Aktivasi Tutorial Online dan Pengisian Form Kesediaan 1 Agustus - 16 September 2019;

Pengumuman Nilai Mata Kuliah 19 Agustus 2019; Pendaftaran Mahasiswa Baru 14 Februari - 7 Agustus 2019; Registrasi Mata Kuliah 10 Juni - 28 Agustus 2019; Pendaftaran Ujian Online Mata Kuliah Ulang 10 Juni - 2 September 2019;

PELATIHAN ECOBRICK BAGI MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI UT JEMBER

UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN EKOLOGI MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK

 

Mahasiswa penerima beasiswa bidik misi Unversitas Terbuka Jember khususnya Pokjar Yayasan Hati mengikuti Pelatihan Ecobrick yang dilaksanakan di Pantai Bentar Karang Anyar, Curahsawo, Kecamantan Gending Kabupaten Probolinggo pada hari Sabtu, 23 November 2019.

Pemateri kegiatan merupakan salah satu traineer ecobrick.org, Ibu Galuh Puran Absari. Pengurus Pokjar Yayasan Hati, Bapak Faudzan Hafidhi, S.Pd.I. M.AP dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan menyampaikan alasan pemilihan ecobrick sebagai materi pelatihan adalah adanya fakta begitu banyak sampah-sampah plastik yang ada di Kabupaten Probolinggo. Sampah-sampah ini tentunya berdampak tidak baik dan sangat mencemari lingkungan karena plastik sangat sulit terurai. Menurut beliau, di lautan, di sungai sampah yang paling banyak ditemui adalah sampah plastik. Oleh karena itu, adalah sangat mulia jika mahasiswa UT khususnya pokjar Yayasan Hati mulai menginisiasi bagaimana menanggulangi sampah plastik agar lingkungan sekitar menjadi bersih dengan cara yang ramah lingkungan.

12

Setelah pembukaan, kegiatan diawali dengan Pembimbingan Akademik oleh Ibu Hesti Herminingsih, SP. MP. Pembimbingan akademik merupakan kegiatan yang berbentuk pengarahan dan pemberian motivasi maupun semangat kepada mahasiswa yang prestasi akademiknya masih kurang. Sebagaimana diketahui bersama bahwa persaingan di dunia kerja semakin waktu semakin kuat dan berat. Oleh karena itu, pemberian stimulus kepada mahasiwa agar lebih sadar terhadap kemajuan akademiknya menjadi penting. Dalam kegiatan tersebut ditekankan pula bahwa, mahasiswa penerima beasiswa bidik misi merupakan manusia-manusia pilihan yang telah di beri keistimewaan oleh negara untuk mengenyam pendidikan tinggi dengan biaya penuh oleh negara. Amanah ini tentu tidak boleh disia-siakan justru sebaliknya harus di laksanakan dengan sungguh-sungguh dan rasa tanggungjawab yang  tinggi. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaikan materi Pelatihan Ecobrick.  Ibu Galuh menyampaikan plastik yang dibuang, ditimbun, atau dibakar akan mencemari bumi, air, dan udara. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan tersebut maka, sampah plastik dapat dipilah, disimpan, dan dimasukan kedalam botol plastik yang disebut ecobrik. Ecobrick berasal dari kata “Eco” dan “brick” artinya bata ramah lingkungan. Disebut “bata” karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan. Maka dari itu ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.

Salah satu solusi dalam menjaga lingkungan yang mudah dan murah adalah penerapan sistem 3R.  3R terdiri dari Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Namun jika reuse dan reduce sudah sangat sulit, maka ecobrick merupakan solusi. Ecobrick mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik. Ecobrick adalah cara lain untuk utilisasi sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke pembuangan akhir. Ecobrick merupakan  kesempatan untuk mengubah pengorbanan komunitas dan ekosistem dalam mencerna plastik. Melalui ecobrick, masyarakat dapat mengubah plastik menjadi bermanfaat baik bagi masyarakat itu sendiri maupun ekosistem setempat karena sampah plastik akan terkurangi dan secara signifikan akan menjadi ringkas ketika dimasukan kedalam botol plastik. Karakteristik plastik yang sangat bermasalah yaitu longevity dan durability malah menjadi sesuatu yang dicari.

68

Setelah kegiatan penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktek membuat ecobrick oleh mahasiswa. Adapun 4 cara dan tips  membuat ecobrick adalah sebagai berikut;

  1. Gunakan bahan yang tidak terurai

Bahan plastik ternyata diolah menjadi sejumlah produk olahan. Bukan hanya plastik kresek (plastic bag) tetapi masih ada berbagai jenis plastik yang bisa digunakan untuk bahan ecobriks diantara yaitu straws, cellphones, packaging, dan bisa pula Styrofoam.

  1. Gunakan tongkat kecil untuk memadatkan

Tongkat kecil ini seperti  bamboo dapat digunakan untuk memadatkan plastik yang dimasukan kedalam botol.  Proses memadatkan plastik dilakukan segera setelah dimasukan dan tidak menunggu hingga botol penuh baru dipadatkan. Hal ini dilakukan agar kepadatan botol merata. Plastik yang lembut seperti kresek, dapat digunakan untuk membantu memadatkan plastik berbahan keras dan tebal. Caranya adalah masukkan  plastik berbahan keras dan tebal ke dalam botol, setelah dirasa cukup masukkan plastic kresek kemudian padatkan denan bantuan tongkat kecil

  1. Gunakan plastik yang lembut untuk memberi warna pada dasar botol

Masukan plastik yang lembut misal kresek dengan satu warna tertentu, lalu ratakan. Hal ini untuk memberikan warga pada bagian bawah botol tanpa harus mengecatnya.

  1. Gunakan botol plastik dengan merek dan ukuran yang sama

Botol yang memiliki merek dan ukuran yang sama akan memudahkan dalam pengaplikasiannya karena ukuran botol  yang seragam sehingga bisa lebih leluasa untuk dibentuk.

Seluruh mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan hingga selesai. Pada saat penutupan kegiatan, Bapak Faudzan Hafidzi, S.Pd. I, MAP menyampaikan harapannya  agar kegiatan ini dapat berlanjut dan diterapkan di lingkungan mahasiswa masing-masing sehingga dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih luas.