SEMINAR AKADEMIK UT JEMBER : DAMPAK COVID-19 DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN FISIK DAN MENTAL ANAK USIA DINI

 

Penutupan sementara lembaga pendidikan swasta/negeri pada jenjang PAUD hingga PTN merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.  Covid-19 telah berdampak luas pada jutaan pelajar. Sebagai salah satu kontribusi UT Jember dalam mengoptimalkan layanan pendidikan selama masa covid ini telah sukses menyelenggarakan seminar dengan tema  Seminar Dampak Covid-19 dalam Perspektif Kesehatan Fisik dan Mental Anak Usia Dini.

WhatsApp Image 2021 11 12 at 15.40.50

“Kita sadar dampak psikologis pandemi Covid-19 pada anak yang masih berada pada tahap pertumbuhan mental, sosial, maupun fisik tentu tidak dapat terelakkan. Beban itu merupakan tanggungjawab semua elemen pendidikan khususnya pemerintah dalam memfasilitasi kelangsungan sekolah bagi seluruh stakeholders pendidikan” jelas Direkur UT Jember, Barokah Widuroyekti dalam sambutannya ketika membuka Seminar Akademik Daring yang pelaksanaanya bertepatan pada Hari Pahlawan, yakni 9 November 2021.

Salah satu narasumber utama adalah staf khusus Menteri PPPA bidang Anak, Ulfah Mawardi. Pada sesi pemaparan, ia menyebutkan ada 6 faktor yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental AUD yaitu sikap orang tua, pola asuh orang tua dalam keluarga, karakteristik sosial, pendidikan orang tua yang berkaitan erat dengan sikapnya dalam menghadapi pandemi, stimulus dan kasih sayang lingkungan terdekat anak, dan peran media, yang mana anak-anak merasa cemas melihat pemberitaan terkait Covid-19.

WhatsApp Image 2021 11 12 at 15.41.36

Menguatkan pendapat dari Ulfah Mawardi, Konsultan Psikolog Yayasan Cahaya Nurani, Festa Yumpi berpendapat bahwa anak-anak sangat membutuhkan rasa aman dan nyaman ketika belajar di rumah. Orang tua perlu menjadikan ini sebagai dasar parent child relationship yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak Hal ini penting menurutnya agar hambatan pembelajaran yang dialami anak pada masa pandemi dapat berkurang.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Sampang, Dewi Trisna, menjelaskan bahwa hambatan pembelajaran yang dialami pelajar selama pandemi Covid-19 setidaknya ada 5 hambatan yaitu (1) kesulitan mengakses internet dan internet yang tidak stabil, (2) Keterbatasan kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat, (3) kesulitan dalam menyampaikan pesan kepada para orang tua, (4) guru kesulitan dalam menyusun perencanaan pembelajaran  di rumah yang sederhana dan sesuai untuk diterapkan kepada siswa dengan pendampingan orang tua, (5) proses pembelajaran yang tidak mempertimbangkan usia, tingkat perkembangan anak, dan tidak berpusat pada anak (6) Keterbatasan literasi teknologi digital orang tua siswa dan (7) kesulitan guru dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa.

WhatsApp Image 2021 11 12 at 15.41.36 1

Masih menurut Dewi Trisna, metode pembelajaran PAUD selama pandemi, di dominasi oleh penugasan guru melalui orang tua, dengan bantuan media WA, SMS, Telepon  dan aplikasi lainnya (35,3%), kunjungan guru ke rumah 16%, online/daring 16,5%. Adapun kegiatan belajar yang dilaksanakan sebagian besar berupa menggambar & mewarnai (20%), gerak dan lagu (11%), menggunakan LKS (11,4%) bermain kreasi orang tua (11,7%). Sementara itu foto kegiatan (37,9%) dan video kegiatan (27,3) merupakan bentuk dokumentasi proses belajar dari orang tua yang paling sering digunakan.

Seminar akademik yang bertema” Dampak Covid -19 dalam Perspektif Kesehatan Fisik dan Mental Anak Usia Dini” dihadiri oleh 302 peserta yang bergabung melalui aplikasi zoom, sementara yang mengikuti di kanal youtube UT Jember TV sebanyak 215 orang. Seminar ini terselenggara atas kerjasama UT Jember dengan Program Studi PGPAUD FKIP UT. Narasumber yang berperan dan turut mensukseskan kegiatan ini adalah Dr. Ulfah Mawardi, M.Pd, Dr. Mukti Amini, M.Pd, Dra Festa Yumpi R. Si. Psikolog, RR. Dewi Trisna, SP. S.Pd. M.Pd.

WhatsApp Image 2021 11 12 at 15.43.29

Kaprodi PGPAUD FKIP UT, Mukti Amini dalam paparannya menyampaikan 4 perilaku wajib dalam melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 adalah 1) Menggunakan masker dengan benar, 2) Menerapkan etika batuk/bersin 3) Rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, (4) Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik.

Dalam seminar ini, nampak bahwa seluruh narasumber berupaya untuk mengedukasi tentang bagaimana sinergi yang harus dilakukan oleh Lembaga pendidikan, para guru dan orang tua dan seluruh pegiat PAUD dalam merencanakan, mempersiapkan, dan memberikan solusi atas kendala dan hambatan dalam proses pembelajaran PAUD selama masa pandemi. Semua itu tidak terlepas dari upaya semua pihak agar perkembangan anak dapat optimal untuk menekan learning loss selama masa pandemi berlangsung.

anu

 

Kontributor : Hesti Herminingsih