Kemahasiswaan di UT

 

PENTING

Narahubung Kegiatan Kemahasiswaan UT Jember:

1. Manajer Bahan Ajar dan Tutorial (Inneke) : 0858-5971-1982

2. PJ. Kemahasiswaan (Tutus)             : 0812-3088-2411

 

UU no.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika dapat "mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan dirinya melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan" (psl. 14:1). Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan (psl. 14:2), atau dalam bentuk lain yang "diatur dalam Statuta Perguruan Tinggi" (psl. 14:3).

Sejalan dengan itu, di dalam PP. no.4/2014 dinyatakan bahwa pengelolaan kemahasiswaan (kegiatan, organisasi, dll.) merupakan otonomi setiap perguruan tinggi (termasuk UT) bidang non-akademik. Artinya, setiap perguruan tinggi memiliki otonomi/kewenangan/kapasitas penuh untuk menetapkan norma dan kebijakan operasional serta pelaksanaan kemahasiswaan yang meliputi: 1) kegiatan kemahasiswaan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, 2) organisasi kemahasiswaan; dan 3) pembinaan bakat dan minat mahasiswa (psl. 23:b3). Pengaturan lebih lanjut substansi pengelolaan organisasi kemahasiswaan tersebut dimuat di dalam Statuta Perguruan Tinggi (psl. 32:1d, & penjelasan), serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing PT (psl. 32:2) (lihat juga Kepmendikbud no. 155/U/1998).  

Di dalam Statuta Universitas Terbuka (Permenristekdikti no. 84/2017) yang memuat peraturan dasar pengelolaan UT dan digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di UT (psl. 1:2) disebutkan bahwa mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika UT "memiliki hak dan kewajiban" (psl.69:1). Hak-hak mahasiswa UT diantaranya adalah "berpartisipasi dalam kegiatan Kelompok Belajar" (psl.69:2c), yang merupakan "sekelompok mahasiswa yang menggabungkan diri dalam suatu kelompok dengan tujuan utama untuk belajar bersama" (psl. 1:7; psl. 10:2), yang pembentukannya diatur dengan Peraturan Rektor (psl. 10:3). Hak mahasiswa UT yang lain adalah "melakukan kegiatan kemahasiswaan intra perguruan tinggi untuk mengembangkan bakat dan minat sebagai kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler (psl.69:2d; psl. 70:1). Kegiatan kemahasiswaan yang dimaksudkan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Rektor psl. 70:2), dan dalam implementasinya dibina dan dikoordinasikan oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan (Permenristekdikti no. 16/2017, psl. 10:5). (Pedoman Kegiatan Kemahasiswaan UT).

Dengan demikian, hak mahasiswa UT yang termaktub dan diizinkan menurut Statuta UT adalah melakukan kegiatan-kegiatan intra PT--yang diadakan/diselenggarakan internal UT--dalam rangka mengembangkan bakat dan minat, dan/atau bergabung dalam kelompok-kelompok belajar mahasiswa untuk belajar bersama. Statuta UT juga sama sekali tidak memberikan otonomi untuk mengatur dan/atau menetapkan norma dan kebijakan operasional serta pelaksanaan kemahasiswaan terkait dengan organisasi kemahasiswaan/ormawa (intra maupun ekstra UT). Karenanya, mahasiswa UT tidak berhak mendirikan dan memiliki organisasi kemahasiswaan, apapun bentuk dan namanya. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lain (misalnya UI, UGM, UNEJ, dll.) yang di dalam statutanya menyatakan bahwa kegiatan kemahasiswaan (kurikuler, kokurikuler dan/atau ekstrakurikuler) dapat dilakukan melalui organisasi kemahasiswaan (ormawa) (Statuta UGM, Statuta UI, Statuta UNEJ

Secara sosiologis-geografis, mahasiswa UT juga memiliki karakteristik unik dilihat dari sebaran geografisnya. Di PT lain, mahasiswa terkonsentrasi di sebuah kampus, di UT mahasiswa tersebar di 39 UT-Regional dalam negeri dan 1 (satu) pusat layanan mahasiswa luar negeri (PLMLN). Ketersebaran mahasiswa ini pula yang menyebabkan UT sebagai satu-satunya PT yang tidak memiliki satu wadah organisasi kemahasiswaan yang dibentuk secara melembaga oleh institusi di tingkat universitas, fakultas, maupun prodi.

Sungguhpun demikian, kemandirian belajar yang menjadi kultur UT telah mampu membentuk karakter pribadi mandiri mahasiswa dan menumbuhkan prakarsa dan kreativitas mahasiswa bagi tumbuh-kembangnya unit-unit kegiatan mahasiswa (ukm) di internal UT. Unit-unit tersebut dibentuk secara mandiri oleh mahasiswa atas dasar bakat, minat, hobi di bidang olah raga, ekonomi, seni, akademik, dan lain-lain di sentra-sentra kelompok belajar (pokjar) mahasiswa.

Di UT Jember ada sejumlah UKM yang dibentuk dan diprakarsai secara mandiri oleh mahasiswa Bidikmisi dan CSR seperti Futsal, Mapala, Paduan Suara, Karya Tulis Ilmiah (KTI), Permata (Jurnalisme), English Club, Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI), Hadrah, dan UKM Musik.

kemahasiswaan1 hadrah

Untuk membina kegiatan kemahasiswaan tersebut, UT Jember secara periodik melakukan kegiatan pelatihan, workshop, seminar, abdimas, dsb. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kreativitasnya sesuai bidang minat dan bakat masing-masing seperti halnya mahasiswa PT lain. "Kita berharap mereka dapat mewakili UT untuk berpartisipasi dalam perlombaan tingkat lokal, nasional, bahkan internasional," tegas Prof. Imam, Direktur UT Jember.

Selama ini, UT Jember telah menggelar beragam kegiatan pelatihan kemahasiswaan yang difasilitasi,dibina oleh Direktorat Kemahasiswaan Kemendikbud. selain itu, kegiatan kemahasiswaan di UT Jember juga disesuaikan dengan perkembangan teknologi, ekonomi, bisnis-industri di era millenial seperti pelatihan pengembangan kewirausahaan, kecerdasan sosial, industri kreatif, personal branding, job seeking strategy, jejaring sosial dan bisnis, dll. Akademisi, profesional dan praktisi dari berbagai bidang dihadirkan untuk menjadi narasumber.

 

Link: https://www.ristekdikti.go.id/mahasiswa/    https://belmawa.ristekdikti.go.id/direktorat-kemahasiswaan/