
JEMBER – Ada suasana yang sedikit berbeda di halaman Kantor Universitas Terbuka (UT) Jember pada Selasa pagi, 10 Maret 2026. Bukan hanya aktivitas kantor biasa. Sejak pagi, sejumlah warga sudah berdatangan, sebagian duduk santai sambil berbincang, sebagian lain menyapa panitia yang lalu-lalang menyiapkan paket bantuan.
Hari itu, UT Jember bersama Ikatan Alumni (IKA) UT Jember menggelar kegiatan bakti sosial Ramadan 1447 H. Sebuah agenda yang boleh dibilang sederhana, tapi selalu punya tempat hangat di hati warga sekitar. Kegiatan ini memang bukan yang pertama. Setiap Ramadan, UT Jember hampir selalu menyisihkan waktu untuk hal seperti ini. Bukan sekadar program seremonial, tapi lebih seperti tradisi kecil yang dirawat bersama antara kampus, alumni, dan masyarakat sekitar.
Direktur UT Jember dalam sambutannya mengatakan bahwa Ramadan memang selalu punya cara sendiri untuk mempertemukan orang-orang dalam suasana yang lebih hangat. “Momentum Ramadan ini momen yang bagus untuk silaturahmi, bersua dan bertatap muka. Doakan UT menjadi lebih maju dan lebih jaya lagi,” ujarnya di hadapan warga dan para alumni yang hadir. Kalimat itu disambut anggukan warga yang duduk berjejer di kursi sederhana yang disiapkan panitia. Tidak ada jarak yang terasa kaku antara kampus dan masyarakat. Semua tampak cair, seperti obrolan di teras rumah sendiri.

Bagi UT Jember, kegiatan seperti ini juga menjadi cara sederhana untuk tetap dekat dengan lingkungan sekitar. Kampus tidak hanya hadir sebagai tempat kuliah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hidup berdampingan. Ketua IKA UT Jember juga menyampaikan harapannya agar kegiatan berbagi seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan saja. “Semoga UT Jember dan IKA UT Jember bisa selalu rutin dan berkontribusi untuk berbagi kebahagiaan bagi masyarakat,” katanya.
Ramadan memang sering disebut bulan berbagi. Tapi di halaman UT Jember pagi itu, maknanya terasa lebih konkret: berbagi waktu, berbagi perhatian, dan tentu saja berbagi kebahagiaan. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kuliah tidak selalu harus datang setiap hari ke kelas. UT Jember sendiri dikenal sebagai kampus dengan sistem pembelajaran terbuka dan fleksibel. Banyak mahasiswanya adalah pekerja, orang tua, bahkan mereka yang baru punya kesempatan kuliah setelah lama menunda. Artinya, siapa pun sebenarnya punya peluang untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas utama.
Bagi masyarakat yang ingin kuliah tapi masih ragu karena waktu, jarak, atau pekerjaan, UT Jember bisa jadi jawabannya. Sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel membuat kuliah tetap bisa dijalani tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari. Ramadan memang selalu punya cerita. Dan di UT Jember, salah satu ceritanya adalah tentang bagaimana kampus, alumni, dan masyarakat duduk bersama dalam satu halaman yang sama, saling menyapa, dan pulang dengan sedikit lebih banyak senyum. Siapa tahu, dari halaman yang sama itu juga akan lahir calon-calon mahasiswa baru yang suatu hari nanti kembali sebagai alumni, lalu ikut berdiri di barisan panitia bakti sosial berikutnya. Sebuah lingkaran kecil yang terus berputar, dari berbagi ilmu, lalu kembali berbagi kebahagiaan.
