- Ikbal Hakiki
Asah Soft Skill, UT Jember Gelar Pelatihan 'WriteLab'' bagi Mahasiswa Beasiswa Banyuwangi Cerdas
Universitas Terbuka (UT) Jember menggelar pelatihan penulisan kreatif bertajuk “WriteLab: Turn Your Ideas into Impact” bagi mahasiswa penerima beasiswa “Banyuwangi Cerdas”. Dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, kegiatan ini menjadi momentum spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang membakar semangat perubahan bagi generasi muda. Bertempat di Aula Pondok Pesantren (PP) Mabadiul Ihsan, Karangdoro, Banyuwangi, agenda ini diikuti oleh 78 dari total 98 mahasiswa yang berasal dari empat angkatan berbeda. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa program studi S1 Ekonomi Syariah semester 6 dan 8, serta program studi S1 PGSD Pre-Service semester 2 dan 4. Melalui pelatihan ini, para mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktik langsung untuk menggali ide keseharian, mengembangkan alur, hingga menyusun cerita pendek yang bermakna
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT Jember, Efita Rusdiana, S.E. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi media evaluasi sekaligus motivasi agar para penerima beasiswa mampu menuntaskan studi tepat waktu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan. Efita mengingatkan bahwa beasiswa Banyuwangi Cerdas merupakan sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan. Di samping keunggulan akademik, beliau juga menekankan pentingnya penguasaan soft skill seperti keterampilan menulis, yang dinilai mampu melatih mahasiswa untuk berpikir secara runtut dan terstruktur sebagai bekal bersaing di dunia kerja.
Sesi pertama pelatihan diisi oleh Hesti Herminingsih, SP. MP yang membagikan strategi komprehensif dalam meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik mahasiswa. Untuk ranah akademik, ia menekankan pentingnya menguasai teknik belajar efektif, menghindari sistem kebut semalam, membangun kelompok belajar, aktif dalam lomba karya tulis ilmiah sejak dini, hingga rutin melakukan audit akademik mandiri. Sementara pada aspek non-akademik, mahasiswa didorong untuk jeli melihat irisan antara hobi dan solusi dengan memanfaatkan ekosistem komunitas serta media sosial guna meraih rekognisi publik yang berdampak luas. Di akhir sesi, Hesti juga mengingatkan para mahasiswa akan realitas dunia kerja yang kompetitif—seperti adanya good looking privilege, kuatnya jalur relasi, keterbatasan lowongan kerja, hingga fenomena inflasi nilai ijazah S1. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa tantangan tersebut dapat ditaklukkan melalui penguasaan soft skill dan disiplin tinggi, seraya mengutip pepatah 'Man Jadda Wajada' dan kearifan lokal Jawa 'Sopo Temen Bakal Tinemu' untuk menegaskan pentingnya kegigihan dalam berproses.
Memasuki sesi kedua, Ibnu Wicaksono, S.S., seorang guru SMA Nuris Jember yang juga aktif sebagai pegiat sastra dan sutradara film pendek, hadir membedah teknik mengubah ide kreatif menjadi cerita pendek yang memikat dan berdampak. Beliau memaparkan bahwa ide menulis cerpen bisa digali dari mana saja melalui metode bertanya, pengalaman pribadi, dekonstruksi, hingga pengandaian (what if). Lebih lanjut, Ibnu menekankan pentingnya memikat pembaca sejak kalimat pertama melalui pertanyaan menggugah, deskripsi visual kuat, atau peristiwa tak terduga dengan menerapkan prinsip “Show, don't tell” (menunjukkan, bukan sekadar menceritakan). Ia mengingatkan bahwa banyak cerpen gagal bukan karena idenya buruk, melainkan karena penulis lupa mengantarkan pembaca masuk ke dalam dunianya. Menurutnya, cerpen yang berhasil adalah yang mampu membuat pembaca hanyut dan percaya pada cerita, bahkan pada peristiwa tidak masuk akal sekalipun, sehingga meninggalkan kesan yang mendalam di kepala, sebab dari kebiasaan membaca sastra itulah banyak perjuangan besar sering kali lahir.
Usai pemaparan materi dari kedua narasumber, kegiatan langsung berlanjut ke sesi praktik intensif di mana para mahasiswa ditantang untuk menulis cerita pendek mereka sendiri selama 40 menit. Dua orang perwakilan mahasiswa kemudian maju untuk membacakan karya mereka dan mendapatkan evaluasi serta masukan langsung dari para narasumber. Pelatihan ini pun tidak berhenti di ruang aula saja; mahasiswa diberikan waktu selama tiga hari ke depan untuk menyempurnakan cerpen mereka, sebelum nantinya diunggah ke tautan drive yang telah disediakan oleh panitia sebagai produk akhir dari pelatihan.
Secara umum, mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh antusias, tercermin dari berbagai respons positif setelah kegiatan selesai dilakukan. Salah satu mahasiswa Ekonomi Syariah semester 6 mengungkapkan bahwa ia sangat terinspirasi oleh materi yang disampaikan dan merasa terbantu untuk meninjau kembali pemahaman mendalam tentang teknik menulis cerpen. Testimoni senada juga datang dari mahasiswa Ekonomi Syariah semester 8 yang menekankan pentingnya keberanian memulai langkah kecil dalam menulis serta mengasah kepekaan terhadap lingkungan sekitar, sebab karya yang jujur lahir dari hal-hal dekat yang diamati dan sekecil apa pun ide hari ini bisa berdampak besar di kemudian hari. Melalui kegiatan WriteLab ini, para mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan ruang untuk mengasah kreativitas menulis, tetapi juga memperoleh bekal soft skill esensial dan motivasi kuat untuk menyelesaikan studi mereka secara tepat waktu.







Mahasiswa 

